Skip to main content

[just share] kudu wajib dan harus dibaca bagi kamu-kamu yang sering kena tilang

(ini aku ambil dari facebook, banyak yang nge-share bro!! boleh juga lho kalo Anda mau nge-share)

Ini pengalaman pribadi mungkin membawa manfaat!!

Beberapa waktu yang lalu sepulang belanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak mau kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.

P : Hey! Kamu bukan wartawan kan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot foto pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi

P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.

S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf saya ke ATM sebentar ya. mau transfer uang tilang. Polisi berkata "ya silakan".

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no.rek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan

SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu!

Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA



Comments

Popular posts from this blog

New Year, New Place, New Life #2: Studio Hijau Lumut

Studio Hijau Lumut. Unik? Yap, menurut ku ini nama yang unik. Studio Hijau Lumut atau yang udah lebih dikenal dengan nama SHL Asia ini adalah sebuah biro arsitektur di Denpasar, Bali,tepatnya  di Jalan Sedap Malam Gang Pakis. Biro ini bergerak di bidang landscape . Dan itu jadi salah satu alasan aku memutuskan untuk KP (Kerja Praktek) di sini. 4 Januari 2016 Aku mulai masuk KP di SHL Asia ini. Aku amazed dengan kesan pertama aku liat studio ini. Studio ini nggak begitu luas, nggak begitu besar. Kecil, simpel, minimalis. Dari pertama datang, kita disambut dengan sebuah pagar kayu tinggi. Ketika masuk, terlihat 2 massa bangunan yang membentuk huruf L dengan pathway yang dikelilingi batu koral di sekelilingnya, untuk menuju bangunannya. Tidak terlalu besar, serius, tapi cukup asri dengan sedikit taman dan aksen kolam pada bagian pojok halaman, …..fotoable nan instagramable lah. *saying fotony gak ada heu L * Sumpah, aku bingung  banget aku harus apa di hari pertama K...

Mengejar 5 objek wisata dalam sehari

16 Maret 2011 Jalan-jalan....... asiiiikkkk.... aku suka.. hem, tumben banget ya ayah ku ngajak jalan2? Ya ya, soalnya kakak ku punya tugas mengunjungi 5 objek wisata di luar DIY gara2 gak ikut study tour ke Bali. Wah wah, banyak amat ya sampe 5 objek wisata, luar DIY lagi. Tapi ya gapapa deh, aku jadi jalan2 haha Oke, objek pertama adalah Palagan Ambarawa. Wihii, sepi ni. Ya iyalah, bukan hari libur haha. Udah lama ni gak ke museum bareng keluarga. Banyak deh foto2 nya. Foto aku ma kakak ku di deket tank, meriam, dll dsb dkk. Aku gak tau namanya satu2. Oiya, ada juga yang di kereta ma pesawat. Disana juga ada mainan, tapi ternyata gak boleh dimainin. Padahal aku mau mainin hehe. Objek kedua adalah stasiun kereta api di Ambarawa (lupa namanya hehe). Itu lho, yang ada kereta uapnya. Aku pengen naik itu. Pas tanya harganya berapa kalo naik kereta, kata bapaknya itu harus rombongan min. 20 orang, bayar 10.000 per orang. Tapi kalo misalnya mau charter aja gapapa, baayar...

hibernasi 13 jam cihuy !!

Wah udah lama banget nih aku nggak buka mp. kangen nulis nih hehe. belakangan ini aku rasa hari-hari ku tu kontras banget. kadang berjalan cepaaaatt banget, kadang lambat banget. puncak kekontrasan hariku itu (halah bahasanya haha) pas tanggal 20 juni kemarin nih. jadi ceritanya tanggal 20 juni kemarin itu, aku baru pulang dari makrab kelasku. oya makrab itu malam keakraban. kelas ku ngadain makrab di kaliurang. dan itu asik banget walau cuma 2 hari 1 malam sih hehe. jadi tanggal 20 kemarin aku sampe rumah nih, abis makrab. kira-kira jam setengah 2 siang lah. dianterin temen ku naik mobil (gila nggak sih? aku dag-dig-dug jadi penumpangnya wkwkwk). sampe rumah aku langsung rendem baju kotor ku yang kemarin dipake basah-basahan. setelah itu aku langsung mandi jebar-jebur. enak bener dah. emang kamar mandi rumah sendiri tuh yang paling T-O-P B-G-T lah walau dikata kamar mandi orang lain lebih bagus hahaa. setelah mandi, aku duduk aja deh tu nonton TV sambil mijitin kaki ayahku (wusseehh, ...