Yap, tetap semangat. Itu kata dokter mata yang tanggal 19 april memeriksa mata ku. Ya ya, hari itu aku kontrol mata lagi untuk yang ke....sekian kalinya. Tiap 6 bulan sekali aku pergi ke jakarta untuk kontrol mata.
Aku punya penyakit mata, yang namanya....ngg..ya gitu deh. Anggap saja mata ku minus. Ya emang itu kenyataannya haha. aku tau mataku bermasalah itu dari saat aku TK besar. Dan penyakitnya baru ketauan saat tgl 9 juli 2009. Cukup lama ya? Hahahhaa
Oke lanjut... dokter mataku yang sekarang ini, sebut saja dokter girsang. Dokternya enak diajak ngomong, perhatian sama pasiennya. Setiap aku kesana, pasti dokter nya selalu nyapa. Ramah. Ya begitulah sifatnya.
Tapi, tiap abis kontrol mata, pasti aku selalu pengen nangis. Kenapa? Ya, karena hasil kontrolnya. Oya sebelum-sebelumnya aku gak pernah nangis pas masih di rumah sakitnya. Dan nangisnya juga gak keluar air mata, ibaratnya cuma dalam hati doang. Tapi pas kontrol kemarin, air mata ku udah menggenang di mataku waktu masih di ruangan dokter. Aku tahan2 terus tu air mata biar gak netes. Aku cubit2 tanganku dengan harapan air matanya bisa masuk lagi. Ya, lumayan, berhasil juga. Air mataku gak netes.
Kenapa aku nangis? Karena pas aku liat hasil pemeriksaannya, mata ku mengalami penurunan drastis. Wow keren. Aku liat hasil yang sebelumnya, dan kubandingkan. Ternyata emang beda jauh. Dokternya juga bilang gitu. Saat itu air mata ku mulai nongol. Haha yaampun. Dokternya memberikan nasihat ke aku, dan aku cuma berkata ‘ya’ sambil ngangguk2. Aku takut kalo ngomong banyak2 entar air mataku keluar. Aku malu haha. Lanjut... dokternya bilang, mataku ini gak boleh dipaksa dan aku harus sadar sama kemampuanku. Tiba2, ibuku bilang ke aku yang intinya, aku disuruh berenti aja dari ekskul robotik. DEG. Yaampun, ini gila. Gak lama dari hari aku kontrol itu kan ada lomba robot yang aku nanti2kan dari lama, dan sekarang ibuku nyuruh aku berenti robotik? Serius, pas itu rasanya air mata ni udah nongol semua dan tinggal nunggu waktu jatuhnya aja. Yaampun.....
Trus sebelum aku pulang, dokternya bilang ke aku gini, “anak gadis, tetap semangat ya...” ya aku emang harus semangat.
Pas di mobil, jujur aku nangis di situ. Nangis nya sih sembunyi2. Tapi paling orang tua ku tau aku nangis. Aku gak mau orang lain tau aku nangis. Tapi bodohnya, aku malah cerita ke temenku kalo aku nangis haha. ini kayaknya pertama kalinya aku nangis terus cerita2 ke temen hahaha, aneh banget sih si fidy ni. Oya temenku menghibur aku dengan kata2 penyemangatnya. Sebenernya sih gak buat aku berenti nangis. Tapi setidaknya cukup membuatku terhibur hehe. Thanks kawan 
Comments
Post a Comment