Halo.... After almost 2 years.... aku muncul kembali. Gilak juga yaaa, lama banget nggak mampir. Ini buktinya.
wkwkwk. terakhir pos 1 Juli 2014. Lama bener. Akibatnya setiap post blog prolog nya sama terus 'waa lama banget nggak nge-post' wkwkwk
Mari kita kenalkan kembali. Aku Fidy, yang sekarang berumur 20 tahun (mau 21, tapi masih lama kok), dan sekarang adalah mahasiswi Arsitektur UGM angkatan 2013 (yang artinya sekarang adalah tahun ketiga kuliah). *oke sudah cukup* *mari di-skip*
Pada tulisan ini, aku mau cerita kebodohan hmmm bukan kebodohan juga sih sebenarnya, tapi lebih kepada ke-'error'-an yang kulakukan bersama temanku seminggu yang lalu. hahaha. Nggak penting sih sebenarnya, jadi sebelum anda yang membaca post ini menyesal silakan di-skip. hehehe. Tapi, menurutku ini agak penting disampaikan dan semoga saja orang yang kumaksud melihat ini hehe.
Btw, aku nggak tau ini aib atau bukan, jadi aku pakai nama samaran ya.. Kesamaan nama hanya kebetulan saja, ok? hihi *lanjut*
Sore itu, aku dan temanku, Lana, mau pergi ke GOR UIN, untuk datang ke acara LPI alias Liga Pitik Independen. Apa itu? LPI itu pertandingan futsal antar angkatan di arsi. Trus kenapa dinamakan 'Pitik', itu karena hadiahnya untuk yang juara adalah ayam. Hahaha. #iniserius
Jadi, menurut jadwal itu, pertandingan dimulai pada jam setengah 5 sore seingatku. Tapi aku baru berangkat dari kampus ku itu pukul 16.29. Padahal perjalanan menuju GOR UIN tersebut dari kampus paling tidak butuh waktu 15 menit. Toenggg. Dan posisinya, saat itu aku akan ikut bertanding. Toenggg *lagi* Tapi yaaa biasalah aku mikirnya, 'yaudah paling ngaret'.
Jadilah saat itu aku nyari tebengan, dan HAP dapet Lana hihi. Lana kebetulan masih ada di kampus dan emang mau pergi ke LPI juga. FIX ada tebengan. Tapi, Lana bilang ke aku, "Fid, tapi entar mampir ke Pahala (tempat print2an) bentar yaa. Mau ambil pembatas buku. Bentar aja." Aku, sebagai 'nebengers' , yaa iya-iya aja. Ya kali aku bilang jangan wkwk. Toh juga aku mikir itu pasti bakal ngaret jadwalnya. Yaudah aja kita cau ke Pahala. Oya, di situ posisinya aku sudah siap main, cuma kurang ganti celananya aja. Aku masih pake celana jeans, dan berniat untuk mengganti celana trainning nanti saat di GOR.
Ternyata di jalan menuju Pahala itu... muaceeeet... Ya emang sih, itu waktunya orang pulang kantor, tapi yaudah lah jalani saja, udah terlanjur jalan ke arah Pahala. Sampe di Pahala, emang bener sih cuma bentar banget. Tapi tiba-tiba....... tes tes tes jesssssssssss....... ujan deras banget. Toeng. Kalo udah ujan gini rada males nih, kudu pake jas ujan, menjaga tas di dalam jas hujan, dan ganti sepatu trus pake sandal. Eh, tunggu. Sandal? JENG. Sandal ku ketinggalan di studio. cyaaaaaaa... kemudian terjadilah percakapan ini di depan pahala sembari kita berdua mengenakan jas hujan.
Aku: "Lan, Lan, aku lupa bawa sandal. Sepatuku kutitip di bagasi mu yaa."
Lana: "Oh yaya. Kamu mau pake sendal Halan po? (ceritanya sandal Halan kebawa di motor Lana)"
Aku: "Eh ya gak usah, entar kamu pake apa? Kan kamu yang nyetir, aku nyeker aja nggak papa."
Lana: "Oh ya ya"
Setelah pake jas ujan dan helm lengkap, Lana langsung buka bagasi motornya yang mulai kena hujan untuk masukin sepatuku dan ngambil sandal Halan. Kemudian meneduh lagi untuk buka sepatu sandal dan kaos kakinya.
Lana: "YAH"
Aku: "Kenapa Lan?"
Lana: "Aku lupa pake tudungnya jas ujan. Pantesan tadi ada yang nyess, basah2 dingin gitu rasanya."
*TOENGGG*
yaaa alhasil, baju Lana sudah sedikit basah plus kerudungnya dikit. Wkwkw. Kemudian, Lana lanjut buka kaos kaki dan sepatunya. Saat itu, aku udah selesai siap-siap dan otomatis reflek ngelihatin Lana yang lagi siap2. Tunggu dulu, rasanya ada yang aneh.
Aku: "Lan."
Lana: "Ya?"
Aku: "Itu sepatu sandal kamu basah. (saat itu kondisinya genangan air telah menghampiri tempat dimana kita berdiri meneduh, dan Lana masih buka kaos kaki di situ.) Itu sandal Halan juga basah (Posisi sandal berada di tempat yang tidak teduh, alias kena hujan) Sama aja dong Lan -__-
Lana: "oh iya"
Trus Lana cepet-cepet taruh sepatu sandal dan kaos kakinya ke bagasi motor. Tapi hujan udah semakin deras banget dan motor Lana posisinya pas banget kena hujan. Waktu Lana buka bagasi, air hujannya netes semua ke bagasi. "Huaaa huaaa" ya kira2 gitu lah ya efek suara yang terbuat ketika melihat air hujan masuk ke bagasinya. Trus dia lindungin pake badan dia yang udah pake jas ujan. trus aku bantu juga. Eh bodohnya, air yang dari jas ujan itu mengalir dan menetes juga ke arah bagasi. Jiaaah. sama aja -__-
FIX keberangkatan kita diawali dengan sesuatu yang rempong abisss. Ditambah lagi, pas di jalan itu, ujannya bener-bener deraaaaasssssss. FIX celana jeans ku basah. FYI aja nih, bentukan jas hujan ku adalah jas hujan plastik yang sebenernya panjangnya lumayan, sedengkul. Tapi aku bawa gembolan tas ransel dan satu gembolan tas tenteng berisi baju ganti untuk nginep pada malam harinya yang juga harus kulindungi dari hujan. Alhasil, jas hujan tersebut panjangnya cuma bisa sampe paha kurang. *lah gimana coba? wkwkw*. ya intinya itu kaki gak ketutup lah, sama sekali. Jadilah celana jeansku basah. BANGET. Lalu mikir, 'kenapa tadi nggak sekalian ganti celana training di kampus.' -_-
Sampailah kita ke GOR UIN dalam keadaaan rempong. Celana ku fix basah sekaleee. Huaaa nggak tau deh. Pokoknya masuk aja dulu ke dalam, soalnya kayaknya dari luar kedengeran suara-suara kalo yang lagi main itu tim cewek angkatan ku. Yaudah jadilah kita buru-buru ke dalam dengan menaruh jas ujan dulu di atas motor yang bentuknya.....nggak merhatiin. Pokoknya yang penting jasnya tergantung aja. Terus cusss masuk lapangan.
Oya, buat teman2 pembaca sekalian. Aku bukan atlet futsal atau jago bermain futsal yaaa. Aku cuma suka aja sama olahraga, dan masalah bisa apa enggak mah.... ya nggak bisa sih, tapi karena suka jadinya aku mau ikut main futsal. Dan lagi, susah banget nyari cewek di angkatan yang mau futsalan. Jadi daripada nggak ada yang main, aku mau ikutan main. Hehehe.
*lanjut*
Yaudah ceritanya udah futsal nih yaaa. Sore itu main 2 game. Game pertama lawan anak 2015, dengan skor 1-1. Game kedua lawan anak 2014 dengan skor...... nggak tau sih. 5-1 kayaknya. pokoknya kalah dah hahaha.
Nah sebenernya ini sih yang mau diceritakan. 'Saat Kita Pulang LPI'
hahaha. jauh banget yak intro nya.
Jadi sebenarnya habis futsal-an itu aku ditunggu Hega di kampus untuk nggarap tugas bareng. Ternyata dia di kampus sendirian. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 18.59 dan Hega udah nunggu lama banget di kampus. Duh, kasian, jadi nggak enak ditunggu orang, sedirian lagi. Akhirnya, Lana dan aku pun berniat pulang dari acara LPI lebih awal.
Saat sampai parkiran, ENG I ENG... apa yang kita liat??? Motor Lana. Yak, motor Lana yang parkirnya emang gak jauh dari pintu keluar, dan bisa banget langsung kelihatan ketika orang menuju parkiran. Kondisi motor: berantakan BANGET. Jas ujan menggantung, klewer-klewer wkwkw. Gileee dah, aku dan Lana cuma bisa ngekek2 sendiri ngelihatnya. 'Ha, ya sudahlah. Mari pulang menuju Hega yang menanti di kampus.'
Di parkiran, saat menuju si motor, kita ketemu sama temenku, Bian, yang seingetku dia udah keluar dari sebelum aku dan Lana keluar. Ya, reflek aja nanya sambil nyapa. "Kok belum pulang, Yan?" Trus sambil kayaknya muka bingung gitu, Bian jawab, "Ini lagi nyari kunci motor." Ya sebagai teman mah kita mencoba untuk membantu yaa, dengan memberikan alternatif2 tempat di mana dia bisa menemukan kunci. Tapi, ya kayaknya nggak bantu banget juga sih, orang kita bilang ke dia nya, "Di motor kali..." Tapi saat itu dia udah lagi liat motornya dan emang nggak ada. Trus ya alternatif lain kita bilang, "Tanya aja sama bapak penjaganya, barangkali disimpenin." Yaudah saat itu juga si Bian langsung tanya si bapaknya, dan saat itu juga bapaknya langsung bilang nggak tahu. *belakangan kita tahu, kalo si bapak itu emang bukan penjaganya, DENG hahaha* Trus kita bilang lagi, "Mungkin pas kamu ganti baju jatuh kali, Yan." dan (lagi) saat itu juga dia langsung ke dalam, nyari kuncinya lagi.
Tinggal lah di parkiran aku dan Lana. Nggak tahu kenapa, kita jadi kebingungan sendiri saat itu. Di satu sisi, Bian, yang merupakan teman kita, lagi kebingungan cari kunci motornya, yang kalo kita bayangkan kita ada di posisinya juga pasti bakal kebingungan. Tapi di sisi lain, Hega, yang teman kita juga, lagi nungguin aku sendirian di kampus dari tadi sore. D-I-L-E-M-A. Tapi ya saat itu kita juga bingung cari kunci kemana coba. Kita cari di sekitar kita juga nggak ada.
"Gimana nih, pulang nggak yaa.. Kita bantuin Bian nggak yaa.. Tapi Hega, gimana... " Ya kira-kira begitulah kebingungan kita.
Saat itu, kita lihat juga beberapa temen kita keluar dari GOR. Salah satunya Gufi. Trus kita mikir, "Bilang aja deh ke Gufi, bantuin Bian nyari kuncinya." Tapi ternyata Gufi juga lagi buru-buru pulang karena dia ada acara. Duh. Kita makin bingung.
"Gimana yaa enaknya...."
Trus kita kepikiran, "Yaudah lah yuk, kita pulang aja. Kita bantu doa aja deh, semoga kuncinya cepet ketemu, aamiin...."
Dan setelah itu, kita mulai siap-siap pulang. Oya, sekedar info, motor Lana dan Bian adalah motor Vario baru yang ada remote-nya, dan posisi motor mereka bersebelahan persis. Jadi kalo motor Lana mau keluar, harus ngelewatin motor Bian dulu.
*cetereeet treet teeet teeet* <- anggap aja bunyi motor di-starter
Aku: "aku naik ya, Lan"
Lana: "Ya ya"
*ngengggg* (motor mulai jalan, tiba2...)
*tiit tiit*
Sontak kita langsung berhenti.
Aku: "Lan, denger suara nggak?"
Lana: "Iya iya"
Aku: "Bukan motor mu kan?"
Lana: "Bukan kok."
Aku-Lana: "Jangan-jangan motor Bian"
Aku sama Lana langsung turun dari motor. Kita mikir, 'Jangan-jangan kunci Bian keinjek motor Lana lagi pas tadi lewat." Akhirnya Lana coba ulangi lagi jalan yang kita lewatin tadi, sementara aku dengerin kalau-kalau ada bunyi dari motor Bian. Dan ternyata... TETOOOT.... nggak ada bunyinya.
'Waduh, berarti kuncinya bukan keinjek dong. Trus dimana.....'
'Berarti ada yang megang kuncinya, tapi.....siapa....'
'Jangan-jangan ada........orang nakal yang nemu kunci trus sekarang lagi nyari motornya.'
Kita jadi makin bingung dan susah untuk ninggalin tempat itu.
Tiba-tiba, di saat yang bersamaan kita melihat mas-mas pakai kaos merah lagi bawa2 kunci. Muka masnya itu bener-bener kelihatan bingung dan sambil nyari-nyari motor. Mas itu kayak ngintipin hampir setiap motor yang ada di parkiran itu. Kayaknya dia juga coba masuk2in kunci yang dia pegang ke setiap motor. Pokoknya gelagatnya aneh banget. Seperti orang mau............................ *upsss
JENG JENG
Sontak aku dan Lana tengok-tengokan dan memberikan 'kode' kalau kita memikirkan hal yang sama.
'Jangan-jangan mas itu....'
FIX. Kita nggak boleh pergi dari tempat itu. Kita nggak boleh jauh-jauh dari motor Bian. Kita nggak boleh membiarkan motor itu........ lenyap (?)
Kisah pengepungan macam apa ini, tulunggg, kenapa aku harus terlibat di dalamnya.
Kita benar-benar nggak bergerak dari tempat kita berdiri sambil terus memperhatikan gelagat masnya. *deg deg deg* ini gila. Motor Bian nggak boleh sampai dibawa kabur. Kita harus pertahankan. *a la a la super hero* Ketika masnya mulai berada di jarak yang dekat denganku, aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya ke masnya.
Aku: "Nyari apa mas?"
Masnya: "Motor"
FIX!
Aku dan Lana langsung bisik-bisik. 'Piye ki... piye ki....'
Aku rasa saat itu posisinya aku dan Lana benar-benar di motor Bian sambil pegangin tu motor dah. *ntap*
Tiba-tiba masnya mendekati motor yang hanya berjarak kira-kira 3 motor dari tempat kita berdiri, yang artinya kita bisa lebih jelas lagi melihat apa yang masnya lakukan.
*ceklik ceklik*
Masnya melongok-longok ke motor itu dan mencoba masuk-masukin kunci yang dia pegang ke sana.
*brumm brumm* *ngeeeengggg*
LAH
Aku dan Lana terpelongok dan otomatis nengok-nengokan.
Aku : "Lan..."
Lana : "Fidd...."
Aku - Lana : "Astaghfirullah.........................."
Ya ampun, ini benar-benar kita.....speechless. 'Jadi masnya bukan....' Ok, action kita gagal dan kita......... telah berburuk sangka sama masnya. Astaghfirullah.... Maap masssss, serius kita nggak maksud..... Tapi cuma..... Duh bingung ngomongnya.
Setelah mas itu pergi, hening.
.
.
Wkwkw. Tapi serius, kita bingung dan merasa bersalah sama masnya. Duh dosa kagak yaa..
Tiba-tiba ada orang yang keluar dari GOR. Hmm.. Bian? Ya, itu Bian. dan mataku tertuju pada tangannya.....
Bian : "Kalian masih di sini?'
Aku Lana : "Yan, kuncimu.....?"
Bian : *berjalan santai menghampiri motor sambil memutar2 kunci*
Aku : "Lan, FIX, kita pulang. Hega nunggu."
Lana : "Ya ampun, FIX FIX pulang..."
Bian : "Lah, kenapa e??? Critain....."
*sumpe ini perasaan agak gimana gitu. grrrr. Tapi ya akhirnya crita juga sih. Mulai dari motornya bian yang tiba2 bunyi sampai mas-mas yang kita curigai sebagai *ihik* ya gitu lah pokoknya*
Bian : "Hehehehe tadi itu aku yang mencet remote-nya"
Aku Lana : *grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr* FIX pulang !!!!
Nggak tau deh, pokoknya hari itu aku dan Lana error banget. Mulai dari berangkat LPI yang super telat, pakai jas ujan dengan serentetan kejadian yang super rempong, melindungi motor teman bak pahlawan sampai mencurigai seseorang sebagai tersangka yang taunya dia adalah mas-mas innocent yangjuga kebingungan cari motornya, dan lain lain lain lain yang tulunggggg banget itu nggak penting -_- huhu, jadi sedih :"
Nah mungkin dari serentetan kejadian tersebut, hikmah yang bisa diambil adalah:
- segala sesuatu itu harus dipersiapkan dengan matang dan jangan mendadak maupun terburu-buru.
- barang-barang bawaan itu harus dijaga dengan baik, jangan taruh di sembarang tempat, dan kondisikan semuanya aman dan cucok
- jika ada orang yang membutuhkan bantuan selagi kamu bisa, bantu aja, no pilih-pilih, no tunda-tunda
- komunikasikan segala sesuatunya dengan baik, jangan biarkan orang lain menunggu kabar dari mu dalam ketidaktenangannya
- hadapi segala kejadian dengan tenang, no panik-panik, stay calm and cool
- dan terakhir.... jangan cepat berburuk sangka sama orang. emang sih terkadang ada orang yang gelagatnya benar-benar mencurigakan, tapi ya stay positive apa pun itu :" barangkali aja orang yang kamu curigai justru adalah orang yang sebenarnya butuh pertolongan kamu :" *maap ya mas, masih merasa bersalah nih *
Yak, ok, sekian ceritanya, semoga dapat mengambil hikmah.
Teruntuk mas-mas berbaju merah yang saat itu kebingungan mencari motor, maafkan saya dan teman saya yaaa mas. Maaaaapp banget, maap. *luv buat masnya deh* Terima kasih mas.
>> Bonus cerita koplo *udah kayak komik aja*<<
Malam itu aku jadi nemuin Hega di kampus, dan lanjut nggarap tugas di Peacock (Cafe 24 jam yang ada WiFi, colokan, dan mayan buat nugas). Celana jeans ku saat itu masih basaaaahhhh banget bekas kena hujan sorenya sehingga aku diharuskan memakai trainingyang untungnya bekas futsal nggak kotor2 banget. Akhirnya di Peacock, dengan memutuskan beberpa urat malu ku, aku menjemur celana jeans ku di sana. *ya untungnya bukan celana dalam yak wkwk* Ku bentangkan lebar-lebar celana jeans ku dan ku gantungkan pada sebuah kursi layaknya jaket. Keesokan paginya saat ku periksa celana ku ternyata lumayan agak mengering dari sebelumnya, tapi itu masih dikategorikan sebagai 'celana basah'. Padahal pagi itu, tepatnya hari Jumat, aku dan Hega (oya ada Sati juga) ada kuliah pagi jam 7. Ya kali, aku kuliah pake celana training. Akibatnya, di perjalanan dari Peacock ke kampus, aku membentangkan celana panjangku dan membiarkan ia berkibar terkena hempasan angin pagi layaknya bendera suporteran yang dibawa konvoi. Tapi worth it juga lhooo. mayan kering, dan bisa kupakai kuliah. Mungkin metode ini bisa kalian gunakan kalo kepepet. Manthap, bukan? hihi. sekian. *luv*
*tolong ambil hikmahnya aja* :D
wkwkwk. terakhir pos 1 Juli 2014. Lama bener. Akibatnya setiap post blog prolog nya sama terus 'waa lama banget nggak nge-post' wkwkwk
Mari kita kenalkan kembali. Aku Fidy, yang sekarang berumur 20 tahun (mau 21, tapi masih lama kok), dan sekarang adalah mahasiswi Arsitektur UGM angkatan 2013 (yang artinya sekarang adalah tahun ketiga kuliah). *oke sudah cukup* *mari di-skip*
Pada tulisan ini, aku mau cerita kebodohan hmmm bukan kebodohan juga sih sebenarnya, tapi lebih kepada ke-'error'-an yang kulakukan bersama temanku seminggu yang lalu. hahaha. Nggak penting sih sebenarnya, jadi sebelum anda yang membaca post ini menyesal silakan di-skip. hehehe. Tapi, menurutku ini agak penting disampaikan dan semoga saja orang yang kumaksud melihat ini hehe.
Btw, aku nggak tau ini aib atau bukan, jadi aku pakai nama samaran ya.. Kesamaan nama hanya kebetulan saja, ok? hihi *lanjut*
Sore itu, aku dan temanku, Lana, mau pergi ke GOR UIN, untuk datang ke acara LPI alias Liga Pitik Independen. Apa itu? LPI itu pertandingan futsal antar angkatan di arsi. Trus kenapa dinamakan 'Pitik', itu karena hadiahnya untuk yang juara adalah ayam. Hahaha. #iniserius
Jadi, menurut jadwal itu, pertandingan dimulai pada jam setengah 5 sore seingatku. Tapi aku baru berangkat dari kampus ku itu pukul 16.29. Padahal perjalanan menuju GOR UIN tersebut dari kampus paling tidak butuh waktu 15 menit. Toenggg. Dan posisinya, saat itu aku akan ikut bertanding. Toenggg *lagi* Tapi yaaa biasalah aku mikirnya, 'yaudah paling ngaret'.
Jadilah saat itu aku nyari tebengan, dan HAP dapet Lana hihi. Lana kebetulan masih ada di kampus dan emang mau pergi ke LPI juga. FIX ada tebengan. Tapi, Lana bilang ke aku, "Fid, tapi entar mampir ke Pahala (tempat print2an) bentar yaa. Mau ambil pembatas buku. Bentar aja." Aku, sebagai 'nebengers' , yaa iya-iya aja. Ya kali aku bilang jangan wkwk. Toh juga aku mikir itu pasti bakal ngaret jadwalnya. Yaudah aja kita cau ke Pahala. Oya, di situ posisinya aku sudah siap main, cuma kurang ganti celananya aja. Aku masih pake celana jeans, dan berniat untuk mengganti celana trainning nanti saat di GOR.
Ternyata di jalan menuju Pahala itu... muaceeeet... Ya emang sih, itu waktunya orang pulang kantor, tapi yaudah lah jalani saja, udah terlanjur jalan ke arah Pahala. Sampe di Pahala, emang bener sih cuma bentar banget. Tapi tiba-tiba....... tes tes tes jesssssssssss....... ujan deras banget. Toeng. Kalo udah ujan gini rada males nih, kudu pake jas ujan, menjaga tas di dalam jas hujan, dan ganti sepatu trus pake sandal. Eh, tunggu. Sandal? JENG. Sandal ku ketinggalan di studio. cyaaaaaaa... kemudian terjadilah percakapan ini di depan pahala sembari kita berdua mengenakan jas hujan.
Aku: "Lan, Lan, aku lupa bawa sandal. Sepatuku kutitip di bagasi mu yaa."
Lana: "Oh yaya. Kamu mau pake sendal Halan po? (ceritanya sandal Halan kebawa di motor Lana)"
Aku: "Eh ya gak usah, entar kamu pake apa? Kan kamu yang nyetir, aku nyeker aja nggak papa."
Lana: "Oh ya ya"
Setelah pake jas ujan dan helm lengkap, Lana langsung buka bagasi motornya yang mulai kena hujan untuk masukin sepatuku dan ngambil sandal Halan. Kemudian meneduh lagi untuk buka sepatu sandal dan kaos kakinya.
Lana: "YAH"
Aku: "Kenapa Lan?"
Lana: "Aku lupa pake tudungnya jas ujan. Pantesan tadi ada yang nyess, basah2 dingin gitu rasanya."
*TOENGGG*
yaaa alhasil, baju Lana sudah sedikit basah plus kerudungnya dikit. Wkwkw. Kemudian, Lana lanjut buka kaos kaki dan sepatunya. Saat itu, aku udah selesai siap-siap dan otomatis reflek ngelihatin Lana yang lagi siap2. Tunggu dulu, rasanya ada yang aneh.
Aku: "Lan."
Lana: "Ya?"
Aku: "Itu sepatu sandal kamu basah. (saat itu kondisinya genangan air telah menghampiri tempat dimana kita berdiri meneduh, dan Lana masih buka kaos kaki di situ.) Itu sandal Halan juga basah (Posisi sandal berada di tempat yang tidak teduh, alias kena hujan) Sama aja dong Lan -__-
Lana: "oh iya"
Trus Lana cepet-cepet taruh sepatu sandal dan kaos kakinya ke bagasi motor. Tapi hujan udah semakin deras banget dan motor Lana posisinya pas banget kena hujan. Waktu Lana buka bagasi, air hujannya netes semua ke bagasi. "Huaaa huaaa" ya kira2 gitu lah ya efek suara yang terbuat ketika melihat air hujan masuk ke bagasinya. Trus dia lindungin pake badan dia yang udah pake jas ujan. trus aku bantu juga. Eh bodohnya, air yang dari jas ujan itu mengalir dan menetes juga ke arah bagasi. Jiaaah. sama aja -__-
FIX keberangkatan kita diawali dengan sesuatu yang rempong abisss. Ditambah lagi, pas di jalan itu, ujannya bener-bener deraaaaasssssss. FIX celana jeans ku basah. FYI aja nih, bentukan jas hujan ku adalah jas hujan plastik yang sebenernya panjangnya lumayan, sedengkul. Tapi aku bawa gembolan tas ransel dan satu gembolan tas tenteng berisi baju ganti untuk nginep pada malam harinya yang juga harus kulindungi dari hujan. Alhasil, jas hujan tersebut panjangnya cuma bisa sampe paha kurang. *lah gimana coba? wkwkw*. ya intinya itu kaki gak ketutup lah, sama sekali. Jadilah celana jeansku basah. BANGET. Lalu mikir, 'kenapa tadi nggak sekalian ganti celana training di kampus.' -_-
Sampailah kita ke GOR UIN dalam keadaaan rempong. Celana ku fix basah sekaleee. Huaaa nggak tau deh. Pokoknya masuk aja dulu ke dalam, soalnya kayaknya dari luar kedengeran suara-suara kalo yang lagi main itu tim cewek angkatan ku. Yaudah jadilah kita buru-buru ke dalam dengan menaruh jas ujan dulu di atas motor yang bentuknya.....nggak merhatiin. Pokoknya yang penting jasnya tergantung aja. Terus cusss masuk lapangan.
Oya, buat teman2 pembaca sekalian. Aku bukan atlet futsal atau jago bermain futsal yaaa. Aku cuma suka aja sama olahraga, dan masalah bisa apa enggak mah.... ya nggak bisa sih, tapi karena suka jadinya aku mau ikut main futsal. Dan lagi, susah banget nyari cewek di angkatan yang mau futsalan. Jadi daripada nggak ada yang main, aku mau ikutan main. Hehehe.
*lanjut*
Yaudah ceritanya udah futsal nih yaaa. Sore itu main 2 game. Game pertama lawan anak 2015, dengan skor 1-1. Game kedua lawan anak 2014 dengan skor...... nggak tau sih. 5-1 kayaknya. pokoknya kalah dah hahaha.
Nah sebenernya ini sih yang mau diceritakan. 'Saat Kita Pulang LPI'
hahaha. jauh banget yak intro nya.
Jadi sebenarnya habis futsal-an itu aku ditunggu Hega di kampus untuk nggarap tugas bareng. Ternyata dia di kampus sendirian. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 18.59 dan Hega udah nunggu lama banget di kampus. Duh, kasian, jadi nggak enak ditunggu orang, sedirian lagi. Akhirnya, Lana dan aku pun berniat pulang dari acara LPI lebih awal.
Saat sampai parkiran, ENG I ENG... apa yang kita liat??? Motor Lana. Yak, motor Lana yang parkirnya emang gak jauh dari pintu keluar, dan bisa banget langsung kelihatan ketika orang menuju parkiran. Kondisi motor: berantakan BANGET. Jas ujan menggantung, klewer-klewer wkwkw. Gileee dah, aku dan Lana cuma bisa ngekek2 sendiri ngelihatnya. 'Ha, ya sudahlah. Mari pulang menuju Hega yang menanti di kampus.'
Di parkiran, saat menuju si motor, kita ketemu sama temenku, Bian, yang seingetku dia udah keluar dari sebelum aku dan Lana keluar. Ya, reflek aja nanya sambil nyapa. "Kok belum pulang, Yan?" Trus sambil kayaknya muka bingung gitu, Bian jawab, "Ini lagi nyari kunci motor." Ya sebagai teman mah kita mencoba untuk membantu yaa, dengan memberikan alternatif2 tempat di mana dia bisa menemukan kunci. Tapi, ya kayaknya nggak bantu banget juga sih, orang kita bilang ke dia nya, "Di motor kali..." Tapi saat itu dia udah lagi liat motornya dan emang nggak ada. Trus ya alternatif lain kita bilang, "Tanya aja sama bapak penjaganya, barangkali disimpenin." Yaudah saat itu juga si Bian langsung tanya si bapaknya, dan saat itu juga bapaknya langsung bilang nggak tahu. *belakangan kita tahu, kalo si bapak itu emang bukan penjaganya, DENG hahaha* Trus kita bilang lagi, "Mungkin pas kamu ganti baju jatuh kali, Yan." dan (lagi) saat itu juga dia langsung ke dalam, nyari kuncinya lagi.
Tinggal lah di parkiran aku dan Lana. Nggak tahu kenapa, kita jadi kebingungan sendiri saat itu. Di satu sisi, Bian, yang merupakan teman kita, lagi kebingungan cari kunci motornya, yang kalo kita bayangkan kita ada di posisinya juga pasti bakal kebingungan. Tapi di sisi lain, Hega, yang teman kita juga, lagi nungguin aku sendirian di kampus dari tadi sore. D-I-L-E-M-A. Tapi ya saat itu kita juga bingung cari kunci kemana coba. Kita cari di sekitar kita juga nggak ada.
"Gimana nih, pulang nggak yaa.. Kita bantuin Bian nggak yaa.. Tapi Hega, gimana... " Ya kira-kira begitulah kebingungan kita.
Saat itu, kita lihat juga beberapa temen kita keluar dari GOR. Salah satunya Gufi. Trus kita mikir, "Bilang aja deh ke Gufi, bantuin Bian nyari kuncinya." Tapi ternyata Gufi juga lagi buru-buru pulang karena dia ada acara. Duh. Kita makin bingung.
"Gimana yaa enaknya...."
Trus kita kepikiran, "Yaudah lah yuk, kita pulang aja. Kita bantu doa aja deh, semoga kuncinya cepet ketemu, aamiin...."
Dan setelah itu, kita mulai siap-siap pulang. Oya, sekedar info, motor Lana dan Bian adalah motor Vario baru yang ada remote-nya, dan posisi motor mereka bersebelahan persis. Jadi kalo motor Lana mau keluar, harus ngelewatin motor Bian dulu.
*cetereeet treet teeet teeet* <- anggap aja bunyi motor di-starter
Aku: "aku naik ya, Lan"
Lana: "Ya ya"
*ngengggg* (motor mulai jalan, tiba2...)
*tiit tiit*
Sontak kita langsung berhenti.
Aku: "Lan, denger suara nggak?"
Lana: "Iya iya"
Aku: "Bukan motor mu kan?"
Lana: "Bukan kok."
Aku-Lana: "Jangan-jangan motor Bian"
Aku sama Lana langsung turun dari motor. Kita mikir, 'Jangan-jangan kunci Bian keinjek motor Lana lagi pas tadi lewat." Akhirnya Lana coba ulangi lagi jalan yang kita lewatin tadi, sementara aku dengerin kalau-kalau ada bunyi dari motor Bian. Dan ternyata... TETOOOT.... nggak ada bunyinya.
'Waduh, berarti kuncinya bukan keinjek dong. Trus dimana.....'
'Berarti ada yang megang kuncinya, tapi.....siapa....'
'Jangan-jangan ada........orang nakal yang nemu kunci trus sekarang lagi nyari motornya.'
Kita jadi makin bingung dan susah untuk ninggalin tempat itu.
Tiba-tiba, di saat yang bersamaan kita melihat mas-mas pakai kaos merah lagi bawa2 kunci. Muka masnya itu bener-bener kelihatan bingung dan sambil nyari-nyari motor. Mas itu kayak ngintipin hampir setiap motor yang ada di parkiran itu. Kayaknya dia juga coba masuk2in kunci yang dia pegang ke setiap motor. Pokoknya gelagatnya aneh banget. Seperti orang mau............................ *upsss
JENG JENG
Sontak aku dan Lana tengok-tengokan dan memberikan 'kode' kalau kita memikirkan hal yang sama.
'Jangan-jangan mas itu....'
FIX. Kita nggak boleh pergi dari tempat itu. Kita nggak boleh jauh-jauh dari motor Bian. Kita nggak boleh membiarkan motor itu........ lenyap (?)
Kisah pengepungan macam apa ini, tulunggg, kenapa aku harus terlibat di dalamnya.
Kita benar-benar nggak bergerak dari tempat kita berdiri sambil terus memperhatikan gelagat masnya. *deg deg deg* ini gila. Motor Bian nggak boleh sampai dibawa kabur. Kita harus pertahankan. *a la a la super hero* Ketika masnya mulai berada di jarak yang dekat denganku, aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya ke masnya.
Aku: "Nyari apa mas?"
Masnya: "Motor"
FIX!
Aku dan Lana langsung bisik-bisik. 'Piye ki... piye ki....'
Aku rasa saat itu posisinya aku dan Lana benar-benar di motor Bian sambil pegangin tu motor dah. *ntap*
Tiba-tiba masnya mendekati motor yang hanya berjarak kira-kira 3 motor dari tempat kita berdiri, yang artinya kita bisa lebih jelas lagi melihat apa yang masnya lakukan.
*ceklik ceklik*
Masnya melongok-longok ke motor itu dan mencoba masuk-masukin kunci yang dia pegang ke sana.
*brumm brumm* *ngeeeengggg*
LAH
Aku dan Lana terpelongok dan otomatis nengok-nengokan.
Aku : "Lan..."
Lana : "Fidd...."
Aku - Lana : "Astaghfirullah.........................."
Ya ampun, ini benar-benar kita.....speechless. 'Jadi masnya bukan....' Ok, action kita gagal dan kita......... telah berburuk sangka sama masnya. Astaghfirullah.... Maap masssss, serius kita nggak maksud..... Tapi cuma..... Duh bingung ngomongnya.
Setelah mas itu pergi, hening.
.
.
Wkwkw. Tapi serius, kita bingung dan merasa bersalah sama masnya. Duh dosa kagak yaa..
Tiba-tiba ada orang yang keluar dari GOR. Hmm.. Bian? Ya, itu Bian. dan mataku tertuju pada tangannya.....
Bian : "Kalian masih di sini?'
Aku Lana : "Yan, kuncimu.....?"
Bian : *berjalan santai menghampiri motor sambil memutar2 kunci*
Aku : "Lan, FIX, kita pulang. Hega nunggu."
Lana : "Ya ampun, FIX FIX pulang..."
Bian : "Lah, kenapa e??? Critain....."
*sumpe ini perasaan agak gimana gitu. grrrr. Tapi ya akhirnya crita juga sih. Mulai dari motornya bian yang tiba2 bunyi sampai mas-mas yang kita curigai sebagai *ihik* ya gitu lah pokoknya*
Bian : "Hehehehe tadi itu aku yang mencet remote-nya"
Aku Lana : *grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr* FIX pulang !!!!
Nggak tau deh, pokoknya hari itu aku dan Lana error banget. Mulai dari berangkat LPI yang super telat, pakai jas ujan dengan serentetan kejadian yang super rempong, melindungi motor teman bak pahlawan sampai mencurigai seseorang sebagai tersangka yang taunya dia adalah mas-mas innocent yangjuga kebingungan cari motornya, dan lain lain lain lain yang tulunggggg banget itu nggak penting -_- huhu, jadi sedih :"
Nah mungkin dari serentetan kejadian tersebut, hikmah yang bisa diambil adalah:
- segala sesuatu itu harus dipersiapkan dengan matang dan jangan mendadak maupun terburu-buru.
- barang-barang bawaan itu harus dijaga dengan baik, jangan taruh di sembarang tempat, dan kondisikan semuanya aman dan cucok
- jika ada orang yang membutuhkan bantuan selagi kamu bisa, bantu aja, no pilih-pilih, no tunda-tunda
- komunikasikan segala sesuatunya dengan baik, jangan biarkan orang lain menunggu kabar dari mu dalam ketidaktenangannya
- hadapi segala kejadian dengan tenang, no panik-panik, stay calm and cool
- dan terakhir.... jangan cepat berburuk sangka sama orang. emang sih terkadang ada orang yang gelagatnya benar-benar mencurigakan, tapi ya stay positive apa pun itu :" barangkali aja orang yang kamu curigai justru adalah orang yang sebenarnya butuh pertolongan kamu :" *maap ya mas, masih merasa bersalah nih *
Yak, ok, sekian ceritanya, semoga dapat mengambil hikmah.
Teruntuk mas-mas berbaju merah yang saat itu kebingungan mencari motor, maafkan saya dan teman saya yaaa mas. Maaaaapp banget, maap. *luv buat masnya deh* Terima kasih mas.
>> Bonus cerita koplo *udah kayak komik aja*<<
Malam itu aku jadi nemuin Hega di kampus, dan lanjut nggarap tugas di Peacock (Cafe 24 jam yang ada WiFi, colokan, dan mayan buat nugas). Celana jeans ku saat itu masih basaaaahhhh banget bekas kena hujan sorenya sehingga aku diharuskan memakai trainingyang untungnya bekas futsal nggak kotor2 banget. Akhirnya di Peacock, dengan memutuskan beberpa urat malu ku, aku menjemur celana jeans ku di sana. *ya untungnya bukan celana dalam yak wkwk* Ku bentangkan lebar-lebar celana jeans ku dan ku gantungkan pada sebuah kursi layaknya jaket. Keesokan paginya saat ku periksa celana ku ternyata lumayan agak mengering dari sebelumnya, tapi itu masih dikategorikan sebagai 'celana basah'. Padahal pagi itu, tepatnya hari Jumat, aku dan Hega (oya ada Sati juga) ada kuliah pagi jam 7. Ya kali, aku kuliah pake celana training. Akibatnya, di perjalanan dari Peacock ke kampus, aku membentangkan celana panjangku dan membiarkan ia berkibar terkena hempasan angin pagi layaknya bendera suporteran yang dibawa konvoi. Tapi worth it juga lhooo. mayan kering, dan bisa kupakai kuliah. Mungkin metode ini bisa kalian gunakan kalo kepepet. Manthap, bukan? hihi. sekian. *luv*
*tolong ambil hikmahnya aja* :D

inspiratif sekali mba dify ini..
ReplyDeletewaduh nama saya juga disamarkan. terima kasih mbak pembaca yang sudah terinspirasi, semoga saya selalu menginspirasi *lah* Bukan2. mksdnya semoga mas2 berbaju merah memaafkan saya dan teman saya~
DeleteKoplowww..mambu ga fid celananya
ReplyDeletembuh sih bel, gak tak cium wkwkw. sing penting iso dipake wae. wes sip kuwi HAHAHA
Delete