Skip to main content

New Year, New Place, New Life #1: First Impression

First day in 2016 kemarin itu bener-bener ‘first’ segala-galanya buat aku. Bener-bener ‘new’. Bagaimana tidak, di hari pertama di tahun 2016, tepatnya pada1 Januari 2016, aku terbang ke Bali untuk yang pertama kalinya. (Oh, ya, bukan aku yang terbang, tapi pesawatnya.)  BALIIIIIIIIII man!!!!!!!!! It was my first time go to Bali. And I was alone. No, not literally alone. I mean, I didn’t go with my family. Aku pergi ke Bali bersama 4 orang temanku yang lain dan 1 orang adiknya, yang sepesawat dengan ku. Kami ke sana bukan untuk liburan bersama, tapi kami ‘liburan’. Oh bukan. Kami KP alias Kerja Praktek. Waw. Itu artinya aku akan tinggal di sana selama 1,5 bulan. Aku akan tinggal di luar Pulau Jawa, dengan suasana yang berbeda, budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, orang-orang yang berbeda., dan semua yang berbeda. Dan yang lebih penting lagi, ini pertama kalinya aku bakalan ngerasain yang namanya jadi anak KOS.

Bagaimana aku bisa KP di Bali?
Sebenarnya masa pencarian tempat KP itu udah mulai dari tahun 2015. Ketika semua teman-teman ku mulai mencari dan menentukan tempat KP, sibuk bikin portofolio dan CV (yang kebanyakan merupakan syarat mendaftar KP di biro-biro arsitektur), aku bahkan masih belum tahu mau KP di mana. Biro apa coba yang kutahu. Yang terpikir pertama paling cuma Urbane, salah satu biro di Bandung tempatnya Kang Emil (Ridwan Kamil) yang lagi hits.  Tapi aku kayaknya tidak memiliki minat ingin ke sana. Yang kupikirkan saat itu adalah ingin KP di luar Jogja  biar ngerasain KOS, bisa sekalian jalan, jadi tahu tempat dan lingkungan baru. ….dan tentunya yang nggak ribet masuknya. *HAHA* tadinya aku pengen di Bandung, apapun bironya. Alasannya biar aku bisa ke Bandung, main ke tempat Asti (plus numpang nginep sekalian) (*Asti = teman kuliahku), dan bisa kumpul sama teman-teman lama ku yang kebanyakan pada berdomisili dan kuliah di sana.

Tapi seiring waktu, aku jadi punya spesifikasi biro yang pengen aku tuju, yaitu biro yang mengerjakan landscape. Aku suka bermain dengan landscape, kayaknya asik. Kemudian aku mulai cari tahu biro tentang itu, dan menemukan banyak di Bali. Hmm. Menarik.. Biro yang ingin kutuju saat itu adalah biro milik Popo Danes, seorang arsitek yang suka garap resort dan emang alam banget. Lov it.  Tapi katanya sih di sana kalo KP itu minimal 3 bulan. Emang jarang dan susah sih nyari biro yang nerima KP cuma1,5 bulan. Jadilah kayaknya aku mulai pasrah dan melepas biro  tersebut. Tiba-tiba aku inget dulu ada kakak angkatan yang KP di bagian landscape, dan dia belajar banyak. Namanya Mas Denny. Ternyata dia dulu KP di Bali, di sebuah studio yang namanya SHL Asia. *heh, apa tuh? Belum pernah denger* Ya kira-kira begitulah reaksiku pertama kali dengar nama bironya. Begitulah info pertama yang kudapat dari Mas Denny tentang tempat KP nya, hasil dari pertemuan singkatku yang karena kebetulan papasan. Yak, cuma nama tempat doang. Aku mulai cari tahu tentang SHL. Dan….yak, landscape. Info menarik berikutnya yang kudapat dari Mas Denny adalah ‘you just have to submit your CV, no need for portofolio yoooooo’. Info termenarik dari segala info. Hahaha. Yaa, tahu sendiri malasnya aku kayak apa, dan ternyata dapet info cuma suruh buat CV doang, yang artinya kamu bisa kerjakan dengan cepat di tengah deadline studio dan tugasku yang lain saat itu. Nice. Fix, cus.

Singkat cerita, aku diterima KP di SHL, dan berangkatlah aku pada hari pertama di tahun 2016 ke Bali. Emang sih KP nya baru mulai tanggal 4 Januari, tapi untuk beradaptasi (dan berjalan-jalan) dulu di Bali, aku berangkat di tanggal 1, bersama teman-temanku yang KP di Bali juga. Oya, total yang KP di Bali itu ada ……. 11 (?) atau 12 (?) aku lupa sih. Ya sekitar segitu lah, banyak ya? Tapi 11 orang itu nggak di satu biro yang sama semua, beda-beda. Ada yang bertiga, berdua, bahkan sendiri, dan aku termasuk salah satu yang sendiri. So brave I am, right? *HAHAHA*

Hari itu di tanggal 1, aku beserta Titan, Sindi, Intan, Sika, dan adeknya, berangkat bareng, di satu pesawat yang sama. Yey BALI!!! Nggak sabar lihat bandaranya yang katanya dekat laut. Dan benar saja, ketika aku mendarat di Bali aku perhatikan benar-benar bandaranya. Beneran di pinggir laut. Naissss!!! Aku foto sih, tapi ya gak terlalu jelas banget karena waktu itu lupa siap-siap keluarin kamera. Jadi ya seadanya ya…
<Foto waktu mendarat>
ini pas mendarat, itu yang biru2 lautnya. keliatan kan?


ini penampakan bandara nya, yang udah keliatan Bali nya dari bentuk atap

Dan eng i enggggg… ini dia Bali. Bandaranya gedeeee, lebih gede dari Jogja. Suka, suka. Begitu turun dari pesawat dan mulai masuk ke bagian dalam bandaranya, Bali-nya mulai terasaaa. Mulai dari ornamen, bentuk khas arsitektur Bali, sesajen-sesajen (banten) yang ada di mana-mana, bau-bau dupa, juga teriknya matahari. Oh satu lagi, di situ aku merasa banyak suara Sito berkeliaran. Sito itu salah satu temen kami yang orang Bali, dan kalo ngomong khas Bali banget. Dan kebanyakan orang di sana bersuara seperti Sito. Yes, it’s BALI!!!

ini pesawat kita

suasana kesenengan dah nyampe Bali

nah ini gate nya yang Bali banget

*btw fotonya ini cuma dari kamera, cuma sebagian, soalnya foto-foto di HP ilang semua karena HP nya ilang :((*

Senang banget aku pertama kali sampai Bali. Kita langsung pesan taksi untuk mencapai kosan kita yang berada di daerah Gatot Subroto, Denpasar Selatan (?) agak lupa sih itu Denpasar bagian mana hahaha. Pokoknya ternyata mayan jauh dari bandara. Oya, aku, Titan, dan Sindi ngekos di satu kamar yang sama, sementara Sika dan adiknya ngekos di tempat yang berbeda tapi masih di satu jalan yang sama. Oya, Intan ngekos di daerah yang berbeda, dia kos bareng Nia, tapi karena Nia baru dating besoknya, jadi Intan ikut kita dulu.

Betapa kagetnya kita, begitu tau harga taksi dari bandara ke kos mehong bett. 170rb kalo gak salah, dan kita pesen 2 taksi. What?? Itu adalah surprise pertama kita waktu sampe bali tentang life cost. Yess, that’s Bali gais. Akhirnya berhasil ditawar sama temen ku dan berhasil turun 20 rb (kalo ga salah juga).
Begitu masuk taksi, kejutan baru lagi buat kami (…nggg setidaknya buat aku), di dalam mobil taksi itu, di bagian dasbornya diletakkan sajen, atau kalo orang Bali menyebutnya ‘banten’. Wew. Sebelumnya aku pernah denger sih kalo di Bali itu banyak banten, tapi aku gak tau kalo di dalam mobil itu juga ada banten-nya. Dan kayaknya dupanya saat itu masih nyala, jadi di mobil itu bau dupa.

Sebagaimana anak arsi, tidak bisa dipungkiri matanya pasti akan jelalatan lihat bangunan-bangunan di sekitar. Wew. Aku terkesan banget bangunan-bangunannya yang vernakular. Dan kayaknya ornamen Bali serta atap miring khas Bali harus tetap ada di setiap bangunan, apapun itu, termasuk juga pombensin yang atapnya selain pake space truss yang kayak biasa kita lihat, di atasnya tetap menggunakan atap miring khas Bali. *maaf yaa bahasanya rada ng-arsi* aku ada ngefoto itu sih, tapi di hp :((( intinya sepanjang jalan pemandangan yang ditawarkan adalah nuansa kental khas Bali. Suka, suka.

Sampailah di kos ku. Eng i eng…. BALI BANGEEETTTTT. LOV IT. (sekali lagi foto ada di HP, jadi tidak bisa kutunjukkan, hampura…) Pintu gerbangnya tinggi gede, pake gapura-gapura-an khas BALI. Begitu gerbang dibuka terlihat lah 2 bangunan yang nuansanya kontras. Bangunan pertama yang lebih dekat dengan pintu gerbang adalah tempat tinggal untuk si ibu kos yang di atasnya terdapat pura, sedangkan bangunan kedua adalah bangunan kos modern 2 lantai. *o* mataku  berbinar-binar. Oiya sebelum masuk itu, ada banten yang diletakkan di bawah, persis di depan gerbang. …dan you know lah ya, aku yang kalo jalan suka nggak lihat dengan tidak sengaja ‘menendang’ banten. Duh, Fid, dodol banget lo!!! Teman-teman ku yang lain juga langsung menatap ku dengan tatapan…… ‘Fiiiiddddd….’ Yah bisa dibayangkan lah ya. Tapi sumpe itu kaga sengaja. Dan inilah ketidaksengajaan yang sering aku lakukan di Bali: ‘menendang’ banten. Maaf yaa, no offense ini. Karena dia letaknya di bawah, dan di jalan dan begitu saja, aku suka gak lihat, jadi ya….. terjadilah ketidaksengajaan itu. Huft.

*btw ternyata aku nemu fotonya. ada beberapa fike yang ternyata pernah keupload di suatu tempat. jadi ini mau kutunjukkin si kamar kosnya*


ini tampak depan sebelum masuk kos ku
ini gerbangnya. tingggiiii banget.


nah begitu gerbangnya dibuka, bangunan utamanya nampak seperti ini nih. tampak modern.
tadinya calon kamar kita yang depan atas itu, tapi ga jadi huhu :((



nah ini bangunann ada di kirinya pintu masuk.
isinya kamar juga, tapi buat si ibu pemilik kos kalo lagi pulang ke situ.
di atasnya ada pura nya.

Lanjut tentang kos. Aku, Titan, dan Sindi mendapatkan kamar di lantai 2 dan pojok seharga 1,5 juta untuk sebulan dengan fasilitas queen bed, AC, kamar mandi dalam, water heater *yang gak pernah kita gunakan*, dapur umum, lemari, no TV, no WIFI, dan listrik bayar sendiri pake pulsa. Kalo dipikir-pikir sebenernya rada rugi sih, maksudnya cukup mahal kosannya dengan harga dan fasilitas segitu. Seharusnya sih kami itu dapat kamar yang harganya 1,2 juta sebulan, tapi kayaknya ada miskom sehingga akhirnya kami dapat yang hargannya 1,5 juta. Katanya sih kami bisa pindah kalo entar kamarnya kosong, tapi kami terlanjur mager untuk pindah, dan alhasil tetap pada kamar 1,5 juta. Hahahaha. Btw, mbak2 (kalo di Bali disebutnya mbok) pengurus yang menyambut kami saat itu masih muda banget, dan haluuuuuus banget ngomongnya. Jadinya pas kami mau protes a.k.a marah-marah soal kamar kos yang tidak sesuai kesepakatan, jadi rada gak tega, melting sendiri *lah* wkwkwk. Tapi gak papa, kita gak nyesel juga kok dapet kamar itu.

BTW. Ini bisa lah ya dikategorikan sebagai surprise kedua mengenai life cost. haha

Di situ jarang terdengar suara azan. Eh tapi di kosan ku kedengaran sih, kayaknya di daerah belakang kos kami ada mushola atau masjid kecil gitu, tapi nggak tahu di mana haha. Jadi kalo mau solat, waktunya dikira-kira aja, sama pernah sempet tanya jadwal solat di Bali ke penjual di warung makan yang penjualnya muslim.

Ngomong-ngomong soal makan, hari pertama kita di Bali jujur bingung banget mau makan apa. Soalnya karena kami muslim semua, kami harus memilih makanan yang ada di Bali, yang banyak menjual babi a.k.a kami gak bisa makan. Eh tapi ternyata bener, babi guling dimana-mana coyy, wkwk. Penasaran sih kadang, tapi ya geli juga, soalnya gambarnya itu babi ditusuk pake tusuk gitu, ya aku sih geli sendiri wkwk. No offense yak. Ini masalah selera coy haha.

Lanjut ke makanan.  Jadi hari pertama itu kami makan pecel lele di pinggir jalan, yang keliatan jelas apa aja yang dijual. Btw itu siang-siang. Panas. Huhu. Kami semua  pada pesen ayam, dan segelas es teh. Gak berani pesen minuman macem-macem soalnya khawatir sama kantong hahaha. Yaa… rasanya gak terlalu beda sama yang biasa dimakan. Tapi harganya dong…….. berani tebak??? 17rebuuuuuu -___- I missed Jogja so much at that moment. Yak inilah surprise ketiga mengenai life cost di Bali. Emang kalo urusan life cost, Jogja the best siiih. Huhu. Yak, jadi siang itu kami makan makanan cukup mewah ya. Alhamdulillah ya, kenyang ya.  Dan malemnya, kami pergi keluar mencari makan yang dekat kos. Oiya FYI, kami gak punya atau menyewa kendaraan selama di Bali. Kos kami pun juga tidak menyediakan kendaraan, jadi kemana-mana kami jalan atau menggunakan transportasi umum, a.k.a taksi atau gojek haha. *lanjut* Dan… eng i eng kami nemu sebuah warung yang tulisannya “Mie Ayam Wonosari”. Ciaaaa dah di Bali, makannya mie ayam Wonosari juga haha. Tapi ya gak papa, dari pada gak makan :(( Mie ayam ini cukup unik sih, dia pake telur gudeg gitu, 1 bulet utuh, enyaak. Dan yang paling penting lagi, harganya 10rebu a.k.a lebih bersahabat. Hahaha. Ini surprise kekeempat mengenai life cost di Bali: gak selamanya semua makanan itu mahal. Nice.

Oya sedikit selipan cerita. Di jalan pulang dari makan, kami mampir ke sebuah warung untuk membeli kebutuhan akan minum dan cemilan, dan segala-galanya yang dibutuhkan dan bisa dibeli di warung. Btw warung di sekitar kos kami cukup banyak, cincailah. Tapi kebetulan warung pertama yang kami datangin itu pemiliknya keturunan Tionghoa. ………….anaknya cakep. ………tapi masih SMP :((( DER wkwk. Dan teman-teman ku noticed kalo aku seneng ngeliatin anaknya. Asem. Jadilah aku diledekin kalo lewat situ, ‘gak mampir, Fid?’ *dzig* BTW. Bapaknya ramah, banyak cerita, banyak kasih info juga berhubung tahu kalo kami orang baru di situ. Mayan lah, ada alasan untuk balik ke sana. Eh.

Seperti yang kubilang, kami selalu jalan kaki di sana untuk menuju tempat yang dekat. BTW kos kami itu dekeeeet banget sama tempat KP Titan, Sindi, dan Sika, alias GSA. Cuma beda 1 gang doang, dan paling kalo jalan nggak ada 5 menit. Sedangkan tempat KP ku berjarak sekitar 3 km dari kos, dan aku pake gojek ke sana. (cerita tentang ini di post selanjutnya yaa) *lanjut* di Bali itu, anjing udah kayak kucing, berkeliaran gitu aja. Bucetttt. Kucing aja aku takut, apalagi anjing -_- cobaan berikutnya ini, gais, bagi kalian yang resah seperti saya. Di jalan itu bekal ku cuma doa biar si anjing gak nyamperin, sampai ngehafalin doa biar gak dideketin anjing. Mantab. Tapi yang aku pelajari adalah: anjing rumahan itu lebih galak dibanding anjing liar. Kalo ada anjing liar lewat, dia bakal cuek aja sama kita (kecuali kalo kamu kasih makan sih) jadi… selaw aja kalo sama anjing liar *ya gak juga sih, tetep deg-deg-an* tapi ya lebih selaw daripada sama anjing rumahan/piaraan.

BTW ini dah panjang banget. Maka dari itu, anggap saja ini part 1 nya yaaa, yang berisi first impression aku begitu pertama kali di Bali. Cerita Bali lainnya lanjut ke part berikutnya yaa.

Love, Bali! Love, me!
*what??*

Comments

  1. Hi! This post was already 8 months ago but still i'm glad to see you write again! Can't wait to see other story! ^___^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

New Year, New Place, New Life #2: Studio Hijau Lumut

Studio Hijau Lumut. Unik? Yap, menurut ku ini nama yang unik. Studio Hijau Lumut atau yang udah lebih dikenal dengan nama SHL Asia ini adalah sebuah biro arsitektur di Denpasar, Bali,tepatnya  di Jalan Sedap Malam Gang Pakis. Biro ini bergerak di bidang landscape . Dan itu jadi salah satu alasan aku memutuskan untuk KP (Kerja Praktek) di sini. 4 Januari 2016 Aku mulai masuk KP di SHL Asia ini. Aku amazed dengan kesan pertama aku liat studio ini. Studio ini nggak begitu luas, nggak begitu besar. Kecil, simpel, minimalis. Dari pertama datang, kita disambut dengan sebuah pagar kayu tinggi. Ketika masuk, terlihat 2 massa bangunan yang membentuk huruf L dengan pathway yang dikelilingi batu koral di sekelilingnya, untuk menuju bangunannya. Tidak terlalu besar, serius, tapi cukup asri dengan sedikit taman dan aksen kolam pada bagian pojok halaman, …..fotoable nan instagramable lah. *saying fotony gak ada heu L * Sumpah, aku bingung  banget aku harus apa di hari pertama K...

basah basah basah.....

aaaaaaaa.............. pagi ini hujan, mendung banget... langit nya gelap. dari semalam ujan deras gak berhenti-berhenti. parahnya tadi malem pake petir segala. untungnya pagi ini enggak. tapi....... ujannya lebat banget. aku gak suka ujan di pagi hari. kenapa? pasti ada masalah dengan perjalanan ke sekolah aaaaaaaaaa................. oke jadi begini ceritanya. tadi pagi dari rumah emang udah ujan lebat. ayahku nawarin, "mau dianter aja gak?" trus kakak ku bilang enggak. soalnya katanya dia mau pergi nanti. haaa... yasudah lah tak apa. oke, kita berangkat. sebelum berangkat aku mikir, gimana kalo pake sandal aja. tapi aku liat kakak ku gak pake. dan yaa, sev\bagai orang yang tak punya pendirian aku ngikut kakak ku -__- di jalan, jalannya banjir. aku naik motor, dibonceng, duduk miring. hem.... aku pernah punya pengalaman. kalo duduk miring kayak gitu, trus lewat yang banjiran pasti airnya nyiprat-nyiprat. trus masuk ke dalam rok. aaaa, ini yang paling gak aku suka. ini sepert...

Bunda Haji

3 november 2010 Hari ini bunda berangkat haji. Aku nangis *dasar cengeng! Padahal sebenernya aku gak tau apa yang aku tangisin* pengen ketawa sih rasanya kalo mengingat2 aku nangis, aneh sih. Yang aku heran apakah karena hari ini aku nangis terus sehingga saudaraku berkata udah jangan nangis trus ya *padahal saat itu aku sedang pilek, dan aku sedang nyedot ingus hahaha* Sore2 aku juga nangis. Gak tau kenapa,mungkin krn aku takut. *gak tau apa yg aku takutin* yaapp kalo diliat mungkin mataku pada hari ini begkak, tp gak segede bola ping pong. Haaha Trus tadi aku juga mecahin gelas. Bodohnya, aku nangis lagi. Argghh, gak ada hari tanpa menangis hari ini…… Ayah bilang kayaknya bunda sampe jam 5. Kupikir jm 5 sore *catatan bunda berangkat pagi jm 8*. Aku tunggu2 kok gak ada telpon dari bunda, padahal udah lewat jam 5 sore.   Ak mungkin kan, aku sms bunda, kan lagi di pesawat. Yaudah lah aku sabar menanti. 4 nov 2010 Bunda td pagi telpon,   kalo bunda udah sampe.  ...