27 Desember 2010
Aku mau cerita tentang petualangan perdana ku bersama teman-teman SMA ku. Kenapa aku bilang perdana? Yap, selama ini aku jarang (hampir gak pernah) pergi bareng atau jalan-jalan bareng temenku. So, I named this adventure as the first one.
Mungkin aku akan cerita, gimana latar belakang petualangan ini terjadi. Saat itu, adalah liburan sekolah. temanku, Manda, sms aku kalo dia gak pergi kemana-mana, dia bosen di rumah, dan dia pengen jalan-jalan. Dia ngajak aku pergi karaoke, dan ya langsung aku terima. Jarang-jarang kan, ada temenku yang ngajak pergi bareng. Tapi, berhubung aku dan Manda gak ada yang dibolehin bawa kendaraan sendiri, terpaksa kita gunakan kendaraan umum. Masalahnya, berhubung kita jarang naik kendaraan umum kita gak tau jurusan-jurusannya. Jadi, kita undang seorang guide untuk petualangan kita, Khen.
Petualangan kita, dimulai dari terminal Jombor jam 9 pagi (kalo gak salah hehe). Dan, tau gak, waktu hampir 1 jam kita habiskan disana untuk nentuin mau naik apa. Akhirnya, kita pilih trans Jogja sebagai kendaraan kita untuk pergi ke tempat karaoke. Kenapa pilih ini? Karena kita bisa tau jalurnya dari petugas, trus gak mahal. Oke, kita naik TJ yang kea rah Monjali. Dari Jombor ke Monjali jaraknya gak terlalu jauh. Waktu petugas TJ nya bilang, “ya, ini halte Monjali I,” trus kita mikir-mikir. “eh, kalo ada Monjali I pasti ada Monjali II kan? Kita turunnya yang di Monjali II aja gimana?” oke semua setuju. Kita gak turun di halte Monjali I. TJ mulai jalan lagi. Tapi yang kita heran kok bisnya gak berhenti ya? Malah belok ke arah lain. “Lho, ini kok malah ke arah Jetis ya? Aduuh, jangan-jangan kita salah” waaw, bener deh tu, kita salah ambil jurusan, dan salah turun. Kita turun di Halte Jetis, yang notabene jauh dari tempat karaokenya. Yaampun, di halte itu kita tanya-tanya sama petugasnya. “pak, tau Happy Puppy gak? Kalo mau kesana naiknya yang jalur berapa ya?” untungnya pas kita tanya-tanya, halte lagi sepi. Oiya, Happy Puppy tu nama tempat karaokenya. Bapak itu jawab, “wah, Happy Puppy tu apa ya? Tempat mainan itu, bukan?” kita jawab lagi, “bukan pak, tempat karaoke itu lho,” bapak itu jawab lagi, “hem…..” gelagat bapaknya, emang menunjukkan tidak tau. Untung disitu ada peta, trus aku bilang ke bapaknya, “ni pak, kira-kira di sini, naiknya jalur berapa?” kata bapaknya, “naik aja yang tadi, tapi nanti muter keliling jogja dulu..” yaampun, itu mah bakal ngabisin waktu – tiba-tiba Khen bilang, “oiya, kenapa kita gak naik Jogja-Kaliurang aja ya tadi? Kan itu langsung sampe kesana. Aduhh..” oke, kita gak jadi naik TJ. Kita naik angkot D2 menuju Monjali lagi. Dari Monjali, kita naik Jogja Kaliurang. Waoow,, ternyata naik Jogja-Kaliurang ini emang langsung menuju tempat karaokean. yaampun….. trus temenku bilang gini, “eh, ni mau di Inul Vizta aja atau di Happy Puppy? Kalo Inul Vizta ni udah depan..” oke kita putuskan daripada lama-lama nunggu lagi, kita pilih Inul Vizta yang lebih deket.
Pas kita mau masuk Inul Vizta, kita berpikir gini, “perasaanku gak enak ni, jangan-jangan isinya lagu dangdut semua..” pas kita masuk ke tempat karaokenya, kita bilang ke mbaknya, mau karaokean. awal kita masuk, ternyata gak ada lagu dangdut tuh. Tapi, pas kita lagi nunggu mbaknya nyia[in kamar karaoke untuk kita, sebuah lagu dangdut mengalun dengan kenceng dan tiba-tiba. Dan itu membuat kita kaget, dan ketawa gede banget. Yaa, mungkin emang di tempat ini tetap menyetel lagu dangdut.
Kita dianterin mbaknya ke kamar kita. Kita seneng banget akhirnya nyampe juga. Mbaknya yang ngenterin itu nawarin kita, pesen minuman. Kita pesen minuman satu-satu, mahal sih minumannya (ya namanya juga tempat karaoke haha) tapi gapapa, daripada gak minum hehe. Mbaknya ngajarin kita gimana caranya milih lagu, bla bla bla … oke, kita anggap kita ngerti. Mbaknya langsung pergi dan mempersilahkan kita untuk mulai bersenang-senang. Kita mulai pilih-pilih lagu. Tapi, pas kita pake remotnya itu, kita kebingungan caranya. kita lupa cara yang diajarin sama mbaknya tadi. Akhirnya, kita panggil lagi mbaknya itu. Mbaknya itu ngajarin kita lagi. Kita mikir, tampang mbaknya seakan berkata, “tadi, katanya udah bisa…” yaampun. Hahaha
>>>to be continued<<<
Comments
Post a Comment